Timeless: Makna Lirik dan Terjemahan dalam Bahasa Indonesia – The Weeknd & Playboi Carti

Memahami lagu Timeless dari The Weeknd dan Playboi Carti membawa kita ke dunia lirik yang menangkap esensi dari ketenaran, cinta, dan perjuangan pribadi. Interpretasi ini mungkin tidak sepenuhnya sesuai dengan maksud asli para artis, tetapi memberikan kesempatan bagi para pendengar untuk terhubung dengan makna yang lebih dalam yang tersembunyi di balik kata-kata.

Selama perjalanan kita melalui bait-baitnya, kita akan mengungkapkan gambaran-gambaran kuat dan beban emosional yang dibawa oleh setiap kata. Lirik-lirik ini menceritakan kisah tentang otentisitas di dunia yang penuh kekacauan, mengungkapkan kompleksitas hubungan, di mana waktu terasa sekaligus singkat dan tak terbatas.

Pembukaan: Menyusun Nada

Lagu ini dimulai dengan kata “XO”, yang langsung membawa kita ke dunia The Weeknd. “XO” melambangkan hubungan spesial dengan para penggemar dan merek pribadinya. Ini menciptakan rasa kedekatan dan rasa memiliki.

Suara “Ooh, yeah” menciptakan suasana atmosferik yang menyiapkan pendengar untuk apa yang akan datang. Pembukaan ini bukan hanya refrain yang menarik; ini adalah ajakan untuk memasuki gaya hidup yang penuh dengan kepercayaan diri dan karisma.

Bait Pertama: Kepercayaan Diri dan Warisan

Playboi Carti memulai bait dengan “Ever since I was a jit, knew I was the shit.” Di sini, “jit” mengacu pada orang muda dan menunjukkan keyakinan mendalam dalam nilai dirinya. Kalimat ini kuat dan langsung – menyatakan identitas diri sejak usia muda.

Ketika ia menambahkan “Shorty keep wanna come ’round, she wanna get hit,” lirik ini mengekspresikan sikap santai namun percaya diri terhadap hubungan. Di sini, perhatian yang ia terima diterima begitu saja. Kata-kata ini menggambarkan daya tarik dan keinginan, di mana hubungan sementara menjadi hal yang biasa.

Ilusi tentang Pentingnya

Kalimat berikutnya adalah “She think she the main because I keep her by my side.” Lirik ini mengungkapkan kompleksitas hubungan dalam hidupnya. Wanita tersebut berpikir bahwa ia memiliki tempat utama dalam dunia Playboi Carti, namun ada nuansa bahwa hubungan semacam itu bersifat sementara.

Ketika ia mengatakan “Double-O, bust down the watch, she know that I’m timeless,” ada permainan kata “timeless”. Di satu sisi, ini merujuk pada kemewahan dan status yang dilambangkan oleh jam mahal. Di sisi lain, ini menunjukkan bahwa pengaruhnya melampaui waktu dan mode.

Materialisme dan Identitas

Lirik “I put my son in some Rick” memperkenalkan elemen kebanggaan, menunjukkan bahwa ia menyediakan untuk keluarganya. Pakaian desainer melambangkan kesuksesan dan peluang. Segera setelah itu, ia berkata “gun off the hip,” yang menekankan kesiapan untuk melindungi diri.

Dengan kata-kata “Pockets hold twenty-two clips” kita masuk lebih dalam ke gaya hidup yang menyertai ketenaran. Uang dan senjata menjadi simbol kekuatan dan keamanan, namun juga membawa makna kekerasan dan bahaya.

Kekecewaan dan Mode

“I break her heart, Comme Garçon” adalah kalimat yang mengungkapkan rasa sakit emosional dalam hubungan. Referensi mode menghubungkan rasa sakit pribadi dengan identitasnya, menyoroti ketegangan antara gaya tinggi dan emosi manusia.

“Put on a shirt, get put on a blimp” menciptakan gambaran tentang kenaikan dan pengakuan. Ini melambangkan bagaimana ketenaran dapat mengangkat seseorang ke ruang publik, bahkan ketika perjuangan pribadi tetap tersembunyi.

Penggunaan Zat dan Pertarungan Internal

Lirik “Just poured a four in a soda, it pop” merujuk pada penggunaan zat. Kalimat ini menekankan pelarian, yang umum dalam kehidupan budaya pesta. Kalimat berikutnya “them drugs finna hit, I’m feelin’ ill” mengungkapkan konsekuensi dari pilihan-pilihan tersebut, menambah berat pada cerita.

“I’m wrestlin’ all of my demons, I feel like The Rock” menggabungkan konflik internal dengan referensi budaya. The Rock melambangkan kekuatan, tetapi di sini Playboi Carti mengungkapkan betapa beratnya perjuangan melawan demon-demon pribadinya.

Pemikiran Penutup: Keabadian Waktu

Frase yang berulang “Timeless” di bagian akhir memperkuat tema utama lagu. Ini adalah perayaan warisan abadi, meskipun ada kekacauan dan perjuangan yang mengiringinya.

Ketika “Oh (Blatt), yeah” terdengar sebagai penutup, itu meninggalkan rasa akhir, namun juga permulaan baru. Meskipun segala sesuatu yang terasa “abadi”, waktu tidak pernah berhenti.

Leave a Comment